Demi Masa

MENSUCIKAN HATI DALAM MENGGAPAI RIDHO ILAHI

Kamis, 29 September 2011

Seputar Alam Jin Dan Syetan

Seputar Alam Jin Dan Syetan

Jin adalah suatu kehidupan yang berbeda dengan kehidupan manusia maupun
malaikat. Ada titik persamaan antara manusia dengan jin, yaitu sama-sama
berakal, dan sama-sama memiliki kemampuan memahami serta kemampuan memilih
jalan yang baik dan buruk. Akan tetapi, jin berbeda dengan manusia dalam
sejumlah hal, dan yang terpenting adalah dalam hal asal penciptaan.

Mereka disebut jin karena mereka tidak terlihat oleh mata,  "Sesungguhnya ia
dan pengikut-pengikutnya dapat melihat kalian padahal kalian tidak dapat
melihat mereka" [Al-A'raf : 27]

ASAL JIN

Allah Subhanahu wa Ta'ala telah menjelaskan bahwa jin diciptakan dari api.
Dalam firman-Nya disebutkan. "Kami telah menciptakan jin sebelum Adam dari
api yang sangat panas" [Al-Hijr : 27] dan "Dia menciptakan jin dari nyala
api" [Al-Rahman : 15]

Ibn 'Abbas, Ikrimah, Mujahid, Al-Hasan, dan penafsir lain menafsirkan "nyala
api" ( marij min nar) sebagai nyala yang terpanas. Dalam sebuah riwayat
dikatakan bahwa maksudnya adalah api yang murni dan terbaik [Al-Bidayah wa
Al-Nihayah, 1/59]. Imam Al-Nawawi, dalam kitab Syarh Muslim, mengatakan,
"Al-Marij adalah nyala api yang bercampur dengan api yang hitam".

Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Imam Muslim, dari Aisyah,
Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda, "Malaikat diciptakan dari
cahaya, jin diciptakan dari api, dan Adam Alahis Salam diciptakan dari
tanah, sebagaimana telah dijelaskan kepada kalian".

WAKTU PENCIPTAAN

Kita tidak dapat meragukan lagi bahwa jin diciptakan lebih dahulu dibanding
manusia, Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman, "Kami telah menciptakan
manusia (Adam) dari tanah liat kering (yang berasal) dari lumpur hitam yang
diberi bentuk, dan Kami telah menciptakan jin sebelum (Adam) dari api yang
sangat panas" [Al-Hijr : 26-27]

Di dalam ayat tersebut, Allah Subhanahu wa Ta'ala menyatakan secara
eksplisit bahwa jin diciptakan sebelum manusia.

KEMATIAN SETAN

Tidak perlu diragukan lagi bahwa golongan jin, termasuk di dalamnya setan,
akan mati. Sebab, mereka semua termasuk ke dalam firman Allah Subhanahu wa
Ta'ala, "Semua yang ada di bumi akan binasa. Dan tetap kekal wajah Tuhanmu
yang mempunyai kebesaran dan kemuliaan. Maka ni'mat Tuhan kamu yang manakah
yang kamu dustakan" [Al-Rahman : 26-28]

Dalam shahih Bukhari disebutkan riwayat dari Ibn Abbas bahwa Nabi
Shallallahu 'alaihi wa sallam, pernah berkata, "Aku berlindung kepada
keagungan-Mu, tidak ada tuhan melainkan Engkau yang tidak akan pernah mati,
sedangkan jin dan manusia akan mati".

Sedangkan tentang umur mereka, yang dapat kita ketahui hanyalah yang
diceritakan oleh Allah Subhanahu wa Ta'ala, tentang iblis, bahwa dia akan
tetap hidup sampai datangnya hari kiamat, "Iblis menjawab, 'Beri tangguhlah
saya sampai waktu mereka dibangkitkan' Allah berfirman : 'Sesungguhnya kamu
termasuk mereka yang diberi tangguh" [Al-A'raf : 14-15].

Adapun selain iblis, yang kita ketahui hanyalah mereka berumur lebih panjang
dibandingkan manusia. Di antara dalil-dalil yang menunjukkan bahwa mereka
akan mati adalah bahwa Khalid bin Walid pernah membunuh setan yang ada di
Al-'Uza (sebuah pohon yang disembah oleh bangsa Arab), dan bahwa salah
seorang sahabat pernah membunuh jin yang berbentuk ular, sebagaimana akan
dijelaskan nanti.
Oleh    :Abu Hayyan Ahmad
Maroji : kitabnya 'Alam Al-Jinn wa Al-Syayathin, Dr.'Umar Sulaiman Al-Asyqar




Tidak ada komentar:

Posting Komentar